Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar

7 Ide Sustainable Fashion ala Korea, Selaras dengan Tren Fashion Indonesia


Indonesia memang sudah demam korea. Mulai dari makanan, skin care, gaya make up, hingga tren fashion ala korea disontek habis-habisan oleh warga Indonesia. Segala hal yang berbau korea sangat laris di negeri ini.

Nah, untungnya, masyarakat korea cenderung menyukai gaya fashion yang simple dan casual. Selain itu, mereka cenderung memprioritaskan kenyamanan dan kebebasan bergerak jika memilih outfit. Cocok banget diterapkan di Indonesia yang beriklim tropis.

Hal ini selaras dengan prediksi tren fashion Indonesia yang dilansir di laman situs kemenparekraf, di mana pada 2023 tren fashion Indonesia akan didominasi oleh koleksi pakaian ready-to-wear yang simple dan casual. 


Berbicara soal fashion, kini item fashion ramah lingkungansustainable fashion sedang menjadi trend global, termasuk di Korea. 

Mumpung kiblat fashion negara-negara Asia Tenggara saat ini adalah Korea, para pemilik bisnis fashion di Indonesia bisa banget nih ambil inspirasi dari tren sustainable fashion di Korea.

Yuk intip metode produksi pakaian fashion yang ramah lingkungan ala Korea di bawah ini!

Baca juga: 5 Manfaat Membeli Item Fashion Ramah Lingkungan dari UMKM Lokal

1.    Mendaur Ulang Gaun Pengantin Bekas Ala Brand Fashion "Danha"

Produk brand fashion "Danha" (Sumber: danhaseoul.com)


Danha adalah brand fashion ramah lingkungan dari Korea Selatan yang didirikan oleh desainer Danha Kim. Brand ini memiliki ciri khas yaitu menonjolkan keindahan budaya tradisional Korea dalam motif pakaiannya.

Kalau di Indonesia, mungkin Danha ini mirip-mirip dengan brand Sejauh Mata Memandang, di mana busananya menonjolkan keindahan batik Indonesia dan dibalut dengan desain modern.

Danha menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan seperti katun organik dan poliester daur ulang. Brand ini menghindari produksi massal/ fast fashion dan menciptakan koleksi-koleksi pakaian indah yang ramah lingkungan dengan mendaur ulang gaun pengantin yang sudah tidak terpakai.

Indonesia memiliki populasi besar yang didominasi oleh masyarakat usia produktif. Masyarakat cenderung menikah pada usia produktif, bukan? Maka tidak heran, jika bisnis gaun pengantin sangat melejit.

Melejitnya bisnis gaun pengantin berbanding lurus dengan limbah tekstil dari gaun pengantin itu sendiri. Oleh karena itu, ide produksi dengan mendaur ulang gaun pengantin ala Danha sangat cocok diterapkan di Indonesia.

2.    Mendaur Ulang Peralatan Pancing Bekas Pakai Ala Brand Fashion "Ul:kin"

Jin Ji Hee menggunakan produk busana dari ul:kin (Sumber: instagram.com/ ul:kin) 

Ul:kin adalah brand pakaian Korea ramah lingkungan yang sangat populer di Seoul. Brand ini memiliki koleksi pakaian ready-to-wear (RTW) yang mendapatkan penghargaan karena keunikan dan teknik produksinya yang ramah lingkungan.

Ul:kin mengolaborasikan pola bisnis ramah lingkungan dalam kreasi fashion yang indah, yang melampaui tren musiman. Brand ini menggunakan bahan berkualitas tinggi dan ramah lingkungan yang terbuat dari peralatan dan pakaian pancing yang tidak terpakai yang telah diubah ulang. Unik sekali bukan?

Selain itu, untuk standar pakaian ramah lingkungan, ul: kin termasuk memiliki harga yang sangat terjangkau. Padahal umumnya, busana sustainable di bandroll dengan harga yang cukup tinggi.

3.    Daur Ulang Botol PET ala Fashion Brand "Pleatsmama"

Pakaian olahraga dari Pleatsmama (Sumber: pleatsmama.com)


Pleatsmama adalah brand pakaian sustainable dari Korea Selatan yang menjual koleksi pakaian santai, pakaian olahraga, dan aksesori modis dan murah yang terbuat dari kain daur ulang ramah lingkungan.

Pleatsmama menjual tas fashion berkualitas tinggi, dengan style minimalis dan casual, yang terbuat dari daur ulang botol PET (polyethylene terephthalate). 

Tas Pleated dari Pleatsmama (Sumber: instagram.com/ pleatsmama) 


Apa itu botol PET?

Botol PET adalah botol kemasan plastik yang tidak tembus air dan gas, berwarna bening / transparan, dan banyak digunakan untuk botol minuman dan beberapa kemasan makanan.

Sayangnya, botol PET ini hanya boleh digunakan satu kali, sehingga limbahnya sangat banyak.

Karakteristik botol PET yang tahan kelembaban dimanfaatkan oleh perusahaan Pleatsmama untuk didaur ulang menjadi pakaian olahraga dan pakaian santai yang nyaman digunakan.

Pleatsmama berkomitmen untuk mengatasi masalah limbah plastik di laut, mengurangi emisi karbon, dan berkontribusi pada proses daur ulang secara menyeluruh.

4.    Menggunakan Serat Murbei ala Brand Fashion "Ki Lee"


Tas dari Ki Lee (Sumber: instagram.com/ki_lee_korea) 


Ide produksi sustainable fashion selanjutnya bisa kita adopsi dari brand fashion Korea Selatan: Ki Lee. Brand ini menjual tas dan aksesoris wanita berbahan kulit, di mana kulitnya terbuat dari serat buah murbei. 

Desainnya juga futuristik dan simple. Tujuannya agar desain tersebut tidak berhenti di satu zaman saja, dan tetap relevan untuk beberapa tahun kedepan. Sehingga customer mereka tidak perlu harus selalu membeli item fashion baru demi mengikuti tren musiman yang selalu berganti-ganti.

Kenapa ide produksi Ki Lee cocok diterapkan di Indonesia?

Selain karena desainnya yang selaras dengan tren fashion ready-to-wear di Indonesia yang simple dan casual, tanaman murbei juga tumbuh subur di Indonesia. 

Serat tanaman tersebut bisa dijadikan bahan dasar untuk kulit tas dan aksesoris, dan suplainya cukup melimpah di Indonesia. 

5.    Menggunakan Denim Vintage Daur Ulang dan Kain Bekas untuk Produksi ala Brand Fashion "Popsiz"

Dress dari Popsiz (Sumber: instagram.com/ popsiiz)


Jika berbicara soal fashion ready-to-wear, kita pastinya tidak bisa lepas dari kehadiran denim atau jeans. Pasalnya, bahan denim ini sangat mudah dipadukan dengan apa saja. Bisa dipadukan dengan sweater, blouse, kaus, dan lain-lain.

Nah, Popsiz adalah brand fashion Korea Selatan yang menggunakan denim daur ulang untuk produk-produknya. Tidak hanya itu, Popsiz juga memanfaatkan bahan-bahan berikut ini untuk produksinya:
  • Menggunakan printing indigo dengan pola cetak grafis sebagai pengganti denim untuk mengurangi penggunaan air
  • Pewarna alami pada tekstil organik sebagai pengganti pewarna sintetis berbahaya
  • Plastik daur ulang (polyester daur ulang)
  • Katun organik
  • Kain sisa produksi (deadstock fabrics)
Tidak berhenti sampai situ saja, Popsiz juga mempertimbangkan penggunaan air, bahan kimia, dan siklus hidup bahan saat mendesain dan memproduksi pakaiannya. 

Popsiz juga bekerja sama dengan perusahaan tekstil pertama di Korea Selatan yang memproses katun organik, yaitu Kay June Company. Popsiz memiliki sertifikat etikal untuk 12 unit proses termasuk perajutan, tenunan, pewarnaan, pencetakan, dan jahit. 

Sehingga bukan hanya menggunakan material ramah lingkungan, Popsiz juga menggunakan teknik produksi yang juga ramah lingkungan. Ditambah lagi dengan pengemasan produknya yang menggunakan plastik biodegradable dan dapat digunakan kembali (reusable).

6.    Pakaian yang Terbuat dari 100% Serat Organik dan Bebas PVC ala Brand Fashion "Not Ours"

Kaus dan Tas dari Not Ours (Sumber: instagram.com/ notoursteam) 

Pakaian basic seperti kaus, sweater, overall, dan hoodie adalah jenis pakaian yang timeless dan tidak musiman. 

Nah, brand fashion Korea Selatan bernama Not Ours menawarkan koleksi pakaian basic harian yang materialnya 100% terbuat dari serat organik. 

Filosofi dari nama brand ini cukup unik. Not Ours dalam Bahasa Inggris berarti "Bukan Milik Kita". Sementara, Ours dalam Bahasa Perancis artinya "Beruang".

Beruang terkenal karena kulit dan bulunya yang dimanfaatkan dalam industri fashion. Beruang menjadi simbol dari kejamnya industri fashion terhadap hewan.

Oleh karena itu, Not Ours bertujuan untuk menjadi brand yang berkomitmen 100% untuk tidak menggunakan bahan produk dari hewan dan hanya menggunakan serat kain dari tanaman.

Top dari Not Ours (Sumber: instagram.com/ notoursteam) 


Selain itu, Not Ours tidak menggunakan PVC (Polyvinyl Chloride) pada produknya. Proses produksi PVC melibatkan bahan baku berbasis minyak bumi dan melibatkan emisi gas rumah kaca. Selain itu, saat PVC terbakar atau terdegradasi, dapat menghasilkan zat berbahaya seperti klorin dan dioksin yang berdampak negatif pada lingkungan.

Namun, Not Ours melakukan daur ulang terhadap PVC bekas pakai untuk beberapa produknya seperti kaus kaki dan sarung tangan.

7.    Pakaian dari Bahan Neoprene yang Diproduksi denganTeknologi Minim Limbah ala Brand "PARTsPARTs"

Produk pakaian minimalis dari PARTsPARTs (Sumber: instagram.com/ PARTsPARTs)


Saat ini di Indonesia sudah banyak perempuan karir yang bekerja kantoran. Tahu sendiri kan kalau bekerja kantoran itu membutuhkan pakaian ready-to-wear yang anti ribet, fleksibel, dan tidak mudah kusut.

Nah, bahan pakaian Neoprene merupakan bahan yang elastis dan anti kerut sehingga tidak mudah kusut. Bahan ini memungkinkan penggunanya bebas bergerak tanpa khawatir pakaiannya berantakan.

Namun, dibalik kelebihannya, Neoprene bukanlah material yang ramah lingkungan. Neoprene adalah sejenis karet sintetis yang biasanya terbuat dari polimer kloroprena. Proses produksi Neoprene melibatkan penggunaan bahan kimia dan energi yang signifikan.

Untungnya, dengan teknologi terbarukan, Neoprene dapat diproduksi dengan lebih ramah lingkungan dan minim limbah. 

Brand Fashion Korea, PARTsPARTs, memperkenalkan bahan Neoprene yang dibuat dari teknologi minim limbah.  Sebagai salah satu merek berkelanjutan terkemuka di Korea, PARTsPARTs berkomitmen terhadap pola bisnis zero waste

Desain pakaian dari PARTsPARTs sederhana tetapi sangat stylish. Selain itu, meski menerapkan warna pakaian yang netral, PARTsPARTs juga mampu memadukan warna netral dengan warna yang mencolok dengan cerdas.


Berbicara soal sustainable fashion, Saya punya rekomendasi situs web Indonesia yang khusus membahas soal fashion, baik lokal maupun internasional, yaitu situs web Laruna Indonesia Fashion Forum. Situs web Laruna menyediakan rubrik khusus untuk sustainable fashion, lho.

Selain itu, jika Anda menyukai fashion dan hobi menulis, Anda bisa mendaftar menjadi kontributor penulis untuk situs web Laruna. Caranya dengan mendaftar pada link berikut ini:


Terimakasih sudah membaca!


Komentar