Bagaimana cara menghitung modal dan untung jualan agar tidak merugi?
Menghitung modal dan untung dalam menjalankan bisnis merupakan langkah penting
untuk menjaga kesehatan keuangan dan memastikan bahwa usaha kita tidak
mengalami kerugian.
Berikut adalah beberapa langkah untuk menghitung modal dan keuntungan jualan:
1. Hitung total modal
Mulailah dengan mengidentifikasi semua biaya yang terkait dengan bisnis kita,
seperti biaya produksi, bahan baku, pengadaan inventaris, biaya penyewaan
tempat usaha, peralatan, gaji karyawan, dan biaya operasional lainnya.
Jumlahkan semua biaya ini untuk mendapatkan total modal yang telah kita
keluarkan untuk menjalankan bisnis.
Contoh:
Anda menjalankan bisnis online yang menjual pakaian fashion. Untuk menghitung
modal dan keuntungan, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:
Total modal:
Biaya pembelian stok awal: Rp 20.000.000
Biaya produksi pakaian (misalnya, biaya jahit dan sampel, dan kemasan): Rp
5.000.000
Biaya penyewaan gudang: Rp 3.000.000 per bulan, untuk 6 bulan = Rp 18.000.000
Biaya operasional bulanan (listrik, air, dll.): Rp 2.000.000 per bulan, untuk
6 bulan = Rp 12.000.000
Biaya iklan di media sosial (Instagram, Facebook): Rp 5.000.000 per bulan,
untuk 6 bulan = Rp 30.000.000
Total modal = Rp 20.000.000 + Rp 5.000.000 + Rp 18.000.000 + Rp 12.000.000 +
Rp 30.000.000 = Rp 85.000.000
Baca juga: Teknologi AI Credit Scoring dari Amartha: Kunci Sukses Investasi di Platform P2P
2. Hitung harga pokok penjualan (HPP)
HPP adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit produk atau
layanan. Hitunglah biaya bahan baku, biaya produksi, biaya tenaga kerja, dan
biaya operasional lainnya yang terkait dengan setiap unit yang dijual.
Jumlahkan biaya ini untuk mendapatkan total HPP.
Contoh:
Harga Pokok Penjualan (HPP):
HPP per pakaian terdiri dari biaya produksi (bahan baku, jasa konveksi,
dll.), biaya kemasan, biaya pengiriman, dan biaya iklan di media sosial.
Jika dalam satu bulan Anda memproduksi dan menjual 500 pakaian, dan total
biaya produksi per bulan adalah Rp 15.000.000, maka HPP per pakaian adalah
Rp 15.000.000 / 500 = Rp 30.000.
3. Tentukan harga jual
Setelah mengetahui HPP, tentukan harga jual yang akan kita tetapkan untuk
produk atau layanan kita. Pertimbangkan faktor-faktor seperti permintaan
pasar, harga pesaing, nilai tambah yang kita tawarkan, dan laba yang
diinginkan.
Contoh:
Misalkan Anda menetapkan harga jual per pakaian sebesar Rp 40.000.
4. Hitung keuntungan
Untuk menghitung keuntungan, kurangi HPP dari harga jual. Keuntungan merupakan
selisih antara harga jual dan HPP. Misalnya, jika HPP per pakaian adalah Rp
30.000 dan kita menjual produk tersebut dengan harga Rp 40.000, maka
keuntungan per unit adalah Rp 10.000.
5. Hitung total keuntungan
Untuk mendapatkan total keuntungan, kalikan keuntungan per pakaian dengan
jumlah pakaian yang terjual dalam periode tertentu. Jumlahkan keuntungan
dari setiap produk atau layanan yang terjual untuk mendapatkan total
keuntungan selama periode tersebut.
Contoh:
Jika dalam satu bulan Anda menjual 500 pakaian, maka total keuntungan per
bulan adalah Rp 10.000 x 500 = Rp 5.000.000.
6. Monitor dan Evaluasi
Selalu pantau kinerja keuangan bisnis kita secara teratur. Evaluasi
penjualan, biaya operasional, dan keuntungan secara berkala untuk memastikan
bahwa bisnis Kita tetap menguntungkan. Jika kita mengalami kerugian,
identifikasi penyebabnya dan cari cara untuk mengurangi biaya atau
meningkatkan pendapatan.
Perlu diingat bahwa ini hanya contoh sederhana, dan dalam praktiknya, Anda
harus mempertimbangkan variabel-variabel lain seperti fluktuasi permintaan
pasar, biaya pengemasan, biaya pengiriman, dan efektivitas iklan di media
sosial. Selalu pantau kinerja keuangan bisnis Anda secara berkala.
Contoh Kasus Berjualan Roti
Biaya peralatan dan mesin: Rp 10.000.000
Biaya pembelian bahan baku awal: Rp 5.000.000
Biaya penyewaan toko: Rp 3.000.000 per bulan, untuk 6 bulan = Rp
18.000.000
Biaya operasional bulanan (listrik, air, dll.): Rp 2.000.000 per bulan,
untuk 6 bulan = Rp 12.000.000
Total modal = Rp 10.000.000 + Rp 5.000.000 + Rp 18.000.000 + Rp 12.000.000
= Rp 45.000.000
- Hitung harga pokok penjualan (HPP):
HPP per roti atau kue terdiri dari biaya bahan baku (tepung, gula,
mentega, dll.), biaya listrik untuk proses baking, dan biaya tenaga kerja.
Jika dalam satu bulan Anda memproduksi dan menjual 1.000 roti atau kue,
dan total biaya produksi per bulan adalah Rp 10.000.000, maka HPP per roti
atau kue adalah Rp 10.000.000 / 1.000 = Rp 10.000.
Misalkan Anda menetapkan harga jual per roti atau kue sebesar Rp 15.000.
Keuntungan per roti atau kue = Harga jual - HPP = Rp 15.000 - Rp 10.000 =
Rp 5.000.
Jika dalam satu bulan Anda menjual 1.000 roti atau kue, maka total
keuntungan per bulan adalah Rp 5.000 x 1.000 = Rp 5.000.000.
Contoh Kasus Berjualan Make Up dan Skin Care
Anda menjalankan bisnis online yang menjual produk make up dan skin care.
Untuk menghitung modal dan keuntungan, berikut adalah langkah-langkah yang
bisa Anda ikuti:
Biaya pembelian stok awal: Rp 15.000.000
Biaya produksi (misalnya, label merek, kemasan, dll.): Rp 5.000.000
Biaya penyewaan gudang: Rp 3.000.000 per bulan, untuk 6 bulan = Rp
18.000.000
Biaya operasional bulanan (listrik, air, dll.): Rp 2.000.000 per bulan,
untuk 6 bulan = Rp 12.000.000
Biaya iklan di media sosial (Instagram, Facebook): Rp 8.000.000 per bulan,
untuk 6 bulan = Rp 48.000.000
Total modal = Rp 15.000.000 + Rp 5.000.000 + Rp 18.000.000 + Rp 12.000.000
+ Rp 48.000.000 = Rp 98.000.000
- Hitung harga pokok penjualan (HPP):
HPP per produk make up atau skin care terdiri dari biaya bahan baku, biaya
produksi, biaya kemasan, dan biaya iklan di media sosial.
Jika dalam satu bulan Anda memproduksi dan menjual 500 produk, dan total
biaya produksi per bulan adalah Rp 12.000.000, maka HPP per produk adalah
Rp 12.000.000 / 500 = Rp 24.000.
Misalkan Anda menetapkan harga jual per produk sebesar Rp 80.000.
Hitung keuntungan:
Keuntungan per produk = Harga jual - HPP = Rp 80.000 - Rp 24.000 = Rp
56.000.
Jika dalam satu bulan Anda menjual 500 produk, maka total keuntungan per
bulan adalah Rp 56.000 x 500 = Rp 28.000.000.
Dalam contoh ini, Anda telah menghitung modal sebesar Rp 98.000.000 yang
Anda keluarkan untuk menjalankan bisnis produk make up dan skin care.
Dengan harga jual Rp 80.000 per produk dan HPP Rp 24.000, Anda
menghasilkan keuntungan sebesar Rp 56.000 per produk. Jika Anda berhasil
menjual 500 produk dalam satu bulan, maka total keuntungan yang diperoleh
adalah Rp 28.000.000.
Apa Saja yang Perlu Dipantau dan Evaluasi agar Bisnis Tidak Merugi?
Untuk menjaga bisnis agar tidak merugi, ada beberapa faktor penting yang perlu dipantau dan dievaluasi secara berkala. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pendapatan: Pantau dan evaluasi pendapatan bisnis Anda. Perhatikan tren penjualan dan perubahan dalam permintaan pasar. Jika pendapatan menurun, identifikasi penyebabnya dan cari strategi untuk meningkatkan penjualan.
- Biaya operasional: Tinjau dan analisis biaya operasional bisnis Anda. Identifikasi area di mana Anda dapat mengurangi biaya atau mencari alternatif yang lebih efisien. Perhatikan pengeluaran rutin seperti sewa, gaji karyawan, bahan baku, pengiriman, dan biaya overhead lainnya.
- Persediaan/ Stok Barang: Pantau tingkat persediaan Anda. Pastikan Anda memiliki jumlah persediaan/ suplai barang yang cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan tanpa kelebihan yang tidak perlu. Berikan perhatian khusus pada persediaan yang cepat basi atau ketinggalan zaman, karena ini dapat menyebabkan kerugian.
- Margins dan HPP: Tinjau margin keuntungan Anda dan harga pokok penjualan (HPP) secara teratur. Pastikan margin keuntungan Anda memadai untuk menutupi biaya operasional dan memberikan keuntungan yang memadai. Jika HPP meningkat, cari cara untuk mengurangi biaya produksi atau pertimbangkan menaikkan harga jual jika diperlukan.
- Efektivitas pemasaran: Evaluasi strategi pemasaran Anda, termasuk iklan, promosi, dan upaya pemasaran lainnya. Tinjau efektivitas kampanye iklan dan promosi untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan hasil yang diinginkan dan mengalokasikan anggaran pemasaran dengan bijak.
- Pelanggan dan umpan balik/ feedback: Pantau umpan balik pelanggan dan evaluasi kepuasan pelanggan secara teratur. Pelanggan yang puas cenderung tetap setia dan merekomendasikan bisnis Anda kepada orang lain. Tanggapi umpan balik pelanggan dengan cepat dan berusaha untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.
- Analisis persaingan: Pantau dan evaluasi persaingan Anda. Pahami pasar Anda dan pelajari tentang langkah-langkah yang diambil oleh pesaing Anda. Dengan pemahaman yang baik tentang persaingan, Anda dapat mengidentifikasi peluang baru dan memperbaiki strategi bisnis Anda.
- Analisis keuangan: Selain faktor-faktor di atas, lakukan analisis keuangan yang mendalam secara berkala. Tinjau laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan arus kas untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang kesehatan keuangan bisnis Anda.
Pemantauan/ monitor dan evaluasi ini harus dilakukan secara teratur, idealnya setiap bulan atau setiap kuartal, tergantung pada kompleksitas bisnis Anda.
Menggunakan alat analisis dan laporan keuangan yang tepat akan membantu Anda dalam melacak dan mengevaluasi performa bisnis Anda secara efektif. Dengan pemantauan dan evaluasi yang konsisten, Anda dapat mengidentifikasi masalah dengan cepat, mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan, dan menjaga bisnis Anda tetap menguntungkan.
Komentar